Skip to main content

Konfigurasi NextDNS pada MikroTik

Konfigurasi NextDNS pada MikroTik

1.    Pendahuluan

DNS (Domain Name System) adalah salah satu komponen penting dalam jaringan. Namun, penggunaan DNS konvensional sering kali menghadapi permasalahan terkait privasi, stabilitas, dan keterbatasan dalam kontrol akses. NextDNS hadir sebagai penyedia DNS yang mendukung enkripsi melalui DNS over HTTPS (DoH). Oleh karena itu, integrasi NextDNS pada MikroTik dapat menjadi solusi untuk meningkatkan keamanan dan manajemen akses,

 

2.    Metodologi

Metodologi yang digunakan dalam artikel ini adalah pendekatan DNS forwarding dengan memanfaatkan protokol DoH. Dalam skenario ini, MikroTik berperan sebagai DNS resolver bagi seluruh klien yang tersambung, sementara NextDNS digunakan sebagai penyedia layanan DNS. Konfigurasi dilakukan melalui antarmuka Winbox dengan asumsi bahwa seluruh klien mendapat DNS secara otomatis melalui DHCP.

3.    Implementasi

Implementasi konfigurasi diawali dengan pengaturan DNS resolver pada MikroTik untuk menerima permintaan DNS dari klien. Selanjutnya, endpoint DoH dari NextDNS dikonfigurasikan pada router untuk memastikan bahwa seluruh permintaan DNS diteruskan melalui saluran terenkripsi untuk mencegah penyadapan dan manipulasi data.

Selain itu, pengaturan cache DNS dan distribusi DNS dilakukan untuk meningkatan efisiensi resolusi domain. Dengan menjadikan MikroTik sebagai pusat resolusi DNS, seluruh aktivitas DNS pada klien dapat dikelola secara terpusat dan dapat dipantau melalui dashboard NextDNS.

4.    Kesimpulan dan Penutup

Berdasarkan hasil konfigurasi yang dilakukan, integrasi NextDNS pada Mikrotik melalui mekanisme DNS over HTTPS mampu meningkatkan keamanan dan kontrol akses DNS secara terpusat. Pendekatan ini memungkinkan administrator jaringan untuk mengelola resolusi domain menjadi lebih sederhana dan fleksibel. Penerapan NextDNS pada MikroTik dapat dijadikan sebagai solusi praktis dalam membangun infrastruktur jaringan yang lebih aman dan terkendali.


Comments

Popular posts from this blog

Cara Membuat USB Bootable dengan Ventoy

Cara Membuat USB Bootable dengan Ventoy    1. Pendahuluan   Proses instalasi sistem operasi biasanya memerlukan media penyimpanan yang bersifat bootable , seperti media penyimpanan USB. Dalam metode konvensional, pembuatan USB Bootable harus dilakukan setiap kali file ISO diganti, sehingga menjadi kurang efisien. Ventoy merupakan perangkat lunak dengan kode sumber terbuka ( open-source ) yang dirancang untuk mengatasi masalah ini dengan memungkinkan pengguna untuk menjalankan beberapa file ISO dari satu media USB. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan cara membuat USB bootable menggunakan Ventoy yang mudah dipahami.

Konfigurasi Failover dengan Metode Recursive Routing pada Mikrotik

Konfigurasi Failover dengan Metode Recursive Routing pada Mikrotik 1. Pembukaan Dalam jaringan, failover merupakan mekaisme otomatis yang memungkinkan sistem untuk beralih ke jalur ( route ) cadangan ketika tejadi kegagalan pada jalur utama. Sehingga, jaringan dapat tetap berjalan tanpa gangguan yang signifikan. Pada failover, sistem bekerja dengan cara mendeteksi kegagalan pada jalur koneksi utama, lalu secara otomatis mengalihkan lalu lintas data ( traffic ) ke jalur lain yang sudah siap. Namun, penggunaan metode standar sering kali gagal dalam mendeteksi kegagalan dalam jaringan. Karena mode routing yang digunakan hanya memeriksa apakah router utama tersambung kepada router penghubung (router ISP), tetapi tidak memeriksa apakah router utama tersambung kepada internet secara langung. Metode recursive routing sangat bermanfaat jika router terhubung kepada lebih dari satu penyedia layanan internet (ISP).

Mengenal Sistem Operasi dan Struktur Direktori Linux

  Mengenal Sistem Operasi dan Struktur Direktori Linux 1.     Pendahuluan Dalam perkembangan teknologi yang pesat, terdapat berbagai macam sistem operasi yang umum digunakan baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun industri. Salah satu sistem operasi yang umum digunakan yaitu Linux. Sistem operasi Linux banyak digunakan karena memberikan tingkat keamanan yang tinggi, stabilitas tinggi, fleksibilitas tak terbatas, dan performa yang handal. Dilansir dari PhoenixNAP, Linux lebih unggul sebesar 80% dalam penggunaan server, IoT, hingga cloud computing di seluruh dunia. Hal ini berkat performa tinggi yang dimiliki oleh Linux, serta sifatnya yang open-source memungkinkan para pengembang sistem operasi untuk menciptakan sistem khusus server yang efisien dan optimal.