Mengenal Sistem Operasi dan Struktur Direktori Linux

 Mengenal Sistem Operasi dan Struktur Direktori Linux

1.    Pendahuluan

Dalam perkembangan teknologi yang pesat, terdapat berbagai macam sistem operasi yang umum digunakan baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun industri. Salah satu sistem operasi yang umum digunakan yaitu Linux. Sistem operasi Linux banyak digunakan karena memberikan tingkat keamanan yang tinggi, stabilitas tinggi, fleksibilitas tak terbatas, dan performa yang handal.

Dilansir dari PhoenixNAP, Linux lebih unggul sebesar 80% dalam penggunaan server, IoT, hingga cloud computing di seluruh dunia. Hal ini berkat performa tinggi yang dimiliki oleh Linux, serta sifatnya yang open-source memungkinkan para pengembang sistem operasi untuk menciptakan sistem khusus server yang efisien dan optimal.

2.    Kajian Pustaka

Linux merupakan salah satu sistem operasi komputer yang bersifat open-source yang didistribusikan di bawah lisensi GNU General Public License (GPL), yang artinya sistem operasi ini dapat secara bebas digunakan, diakses, dan dimodifikasi. Selain itu, Linux dapat diunduh dan diinstal secara gratis.

Linux pertama kali dikembangkan oleh Linus Torvalds pada tahun 1991, yang ingin menciptakan sistem operasi dengan kode sumber terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja secara gratis dibandingkan dengan UNIX yang memerlukan izin khusus untuk mengakses dan menggunakannya.

Setelah merilis kode sumbernya, banyak pengembang yang tertarik dengan sistem Linux. Sehingga menciptakan banyak varian di antaranya, Debian, Red Hat, Arch, hingga Opensuse. Selain itu, kernel Linux juga digunakan dalam sistem operasi Android dan ChromeOS.

3.    Struktur Direktori Linux

Secara teknis, Linux terdiri dari beberapa direktori yang berfungsi untuk menyimpan konfigurasi sistem. Namun, direktori Linux sering kali membingungkan bagi pengguna awam, hal ini disebabkan karena setiap direktori memiliki fungsi yang berbeda. Berbeda jauh dengan Windows, hal ini juga membuat sistem Linux menjadi lebih rapi dan terstruktur. Beberapa contoh direktori Linux diantaranya:

·       /bin – direktori ini berisi file biner dari program-program yang dapat dieksekusi untuk menjalankan sistem, seperti perintah-perintah dasar.

·       /boot – direktori ini berisi file konfigurasi booting yang digunakan untuk menyalakan sistem Linux.

·       /dev – dalam sistem operasi Linux, semua perangkat yang terhubung akan digambarkan sebagai file yang disimpan dalam direktori ini.

·       /home – direktori ini digunakan untuk menyimpan file dari pengguna seperti, dokumen, musik, video, dan gambar.

·       /etc – direktori ini berisi file konfigurasi dari aplikasi maupun sistem seperti, pengaturan jaringan, profil pengguna, dan layanan sistem (services).

·       / - direktori ini merupakan inti dari sistem operasi Linux yang digunakan untuk menyimpan semua direktori di atas.

4.    Perintah-perintah Dasar

Pada dasarnya, Linux tidak memiliki tampilan antarmuka pengguna (GUI) dalam sistemnya. Oleh karena itu, beberapa perintah dasar pada Linux perlu diketahui supaya dapat tetap menggunakan sistem operasi. Beberapa perintah dasar pada Linux di antaranya:

·       cp – untuk menyalin file.

·       mv – untuk memindahkan file.

·       ls – untuk menampilkan item dalam sebuah direktori.

·       mkdir – untuk membuat sebuah direktori baru.

·       touch – untuk membuat sebuah file baru.

·       chmod – untuk mengubah izin akses pada direktori atau file.

·       cat – untuk menampilkan isi dari suatu file ke dalam bentuk teks.

·       ./ - untuk menjalankan file yang dapat dieksekusi (biasanya memiliki format .run, .appimage, dan .sh).

·       tree – untuk menampilkan sub-direktori beserta file-file dari sebuah direktori.

·       sudo – untuk menjalankan perintah sebagai root.

·       apt – untuk melakukan pembaruan dan instalasi paket pada distribusi linux dengan basis Debian.

·       pwd – untuk menampilkan lokasi direktori saat ini.

5.    Kesimpulan

Linux memiliki banyak direktori yang mungkin membingungkan bagi pengguna awam, namun hal ini justru menjadikan Linux menjadi sistem operasi yang rapi dan terstruktur. Selain itu, sifatnya yang open-source menjadikan Linux berkembang pesat karena diminati oleh berbagai komunitas dan para pengembang untuk menjadikan sistem operasi Linux menjadi lebih stabil, aman, serta memudahkan para pengguna awam untuk menggunakannya.

Dengan adanya berbagai dokumentasi dan kemudahan penggunaan Linux saat ini, para pembaca diharapkan dapat beradaptasi dan memahami sistem Linux sebagai alternatif dari perangkat lunak berbayar ataupun bajakan.

Comments